Dua minggu lalu gue balik dari perjalanan dinas lima hari di Surabaya. Semua makan enak, hotel bintang empat, sarapan buffet lengkap. Tapi begitu sampai rumah, hal pertama yang gue lakukan bukan buka koper. Gue buka kulkas, ambil dua telur, dan bikin telur kecap. Dalam lima menit, gue makan sambil duduk di lantai dapur. Dan entah kenapa, itu makan paling memuaskan sebulan terakhir.
Aneh ya? Di luar sana gue disuguhi steak dan pasta, tapi yang bikin lega justru telur kecap buatan sendiri. Ternyata bukan soal rasa mewah atau nggak. Ada sesuatu soal masakan rumahan yang nggak bisa diganti makanan restoran, seberapa mahal pun harganya.
Baca juga: Resep 20 Menit untuk Karyawan: Masak Enak Tanpa Ribet Pulang Kerja
Masalahnya, buat orang yang sering bepergian seperti gue, masak itu terasa kayak proyek besar. Belanja, potong-potong, masak, cuci piring. Belum selesai, udah harus packing lagi. Tapi setelah beberapa tahun bolak-balik dinas, gue nemu beberapa trik yang bikin masak rumahan tetap masuk akal, bahkan buat orang yang cuma di rumah tiga hari seminggu.
Kenapa Masakan Sendiri Terasa Beda, Padahal Resepnya Sederhana?
Gue pernah baca penjelasan soal ini, dan cukup masuk akal. Waktu kamu masak sendiri, kamu tahu persis apa yang masuk ke makananmu. Nggak ada MSG berlebihan, nggak ada minyak yang dipakai ulang lima kali. Tubuh kamu semacam ngerasain perbedaan itu, meskipun lidah nggak selalu bisa jelasin.
Selain itu, masakan rumahan itu soal kontrol. Kamu bisa bikin sesuai selera. Kalau gue lagi capek dan pengen sesuatu yang hangat dan nggak ribet, gue bikin sup tahu. Kalau lagi pengen yang agak berat, gue bikin ayam kecap. Restoran nggak bisa kasih fleksibilitas kayak gitu.
Masakan rumahan bukan soal pamer kemampuan. Ini soal memberi tubuhmu sesuatu yang kamu sendiri paham asal-usulnya.
Dan satu lagi yang sering dilupakan: masak itu semacam ritual pulang. Buat gue yang sering di luar, berdiri di dapur dan motong bawang itu jadi tanda bahwa perjalanan sudah selesai. Otak gue switch dari mode kerja ke mode santai.
Resep Praktis yang Nggak Butuh Bahan Banyak
Nah, ini bagian yang penting. Buat kamu yang sering bepergian, resep harus memenuhi tiga syarat: bahan sedikit, tahan lama di kulkas, dan bisa dimasak cepat. Gue punya beberapa andalan yang udah gue tes bertahun-tahun.
1. Telur Kecap Pedas (10 menit, bahan 4 item)
Ini penyelamat gue setiap balik dinas. Bahan: dua butir telur, kecap manis, bawang putih cincang, dan cabai rawit. Tumis bawang dan cabai sampai wangi, masukkan telur yang sudah diceplok, tuang kecap, aduk sebentar. Selesai. Makan pakai nasi hangat, rasanya kayak pelukan.
Kenapa ini cocok buat traveler? Karena semua bahannya tahan lama. Telur bisa seminggu lebih di kulkas, kecap tahan berbulan-bulan, bawang putih dan cabai juga awet. Kamu nggak perlu belanja khusus buat bikin ini.
2. Sup Tahu Jamur (15 menit, bisa jadi stok)
Gue suka bikin ini dalam porsi besar, lalu simpan di wadah kedap udara. Bahan: tahu putih, jamur kancing kalengan, bawang putih, daun bawang, garam, dan kaldu bubuk. Tumis bawang, masukkan air, tahu, dan jamur. Rebus sepuluh menit, koreksi rasa. Selesai.
Yang bikin ini praktis: jamur kalengan tahan lama, tahu bisa dibeli dalam jumlah banyak dan disimpan di freezer. Dalam sepuluh menit, kamu punya makanan hangat yang nggak bikin perut berat sebelum tidur.
Strategi Masak buat Kamu yang Jarang di Rumah
Ini yang paling sering ditanyain teman-teman gue yang juga sering dinas. "Gimana sih kamu bisa masak kalau cuma di rumah dua hari?" Jawabannya: gue nggak masak setiap hari. Gue masak strategis.
Pertama, gue selalu punya stok dasar di kulkas. Telur, bawang putih, bawang merah, kecap, saus tiram, dan kaldu bubuk. Semua ini tahan lama dan jadi fondasi hampir semua masakan cepat. Dengan ini saja, gue bisa bikin minimal lima menu berbeda tanpa belanja.
Kedua, gue masak dalam porsi besar sekali seminggu. Biasanya Minggu malam. Gue bikin satu lauk protein (ayam kecap atau rendang sederhana) dan satu sayur. Bagi ke wadah kecil, simpan di freezer. Dalam seminggu, tinggal panasin satu wadah per hari.
Ketiga, gue nggak malu masak "murah". Tahu, tempe, telur, sayur bayam, semua itu bahan yang murah tapi bergizi. Nggak perlu resep ribet. Tumis bawang, masukkan bahan utama, bumbui, selesai. Pola ini bisa dipakai buat hampir semua bahan.
- Selalu siapkan stok bumbu dasar yang tahan lama, jangan biarkan kulkas kosong melompong.
- Masak sekali seminggu dalam porsi besar, lalu simpan dalam porsi kecil.
- Pilih resep dengan bahan yang tahan lama, hindari bahan segar yang cepat rusak.
- Jangan takut menu sederhana, telur dan tahu bisa jadi makanan paling memuaskan.
Gue inget suatu malam di Bandung, hujan deras, gue baru sampai penginapan jam sebelas malam. Lapar, tapi malas keluar. Untung gue sempat bawa wadah kecil berisi ayam kecap dari rumah. Gue panasin pakai microwave penginapan, makan sambil duduk di kasur. Rasanya kayak lagi di rumah sendiri.
Itulah kenapa gue nggak pernah berhenti masak, meskipun jadwal gue kacau. Bukan karena gue jago masak, karena jujur saja, kemampuan masak gue biasa-biasa aja. Tapi karena masakan rumahan itu semacam jangkar. Di tengah jadwal yang bikin kepala pusing, ada satu hal yang bisa kamu kontrol: apa yang kamu makan.
Jadi buat kamu yang sering banget di jalan, coba deh mulai dari satu resep saja. Telur kecap, misalnya. Nggak perlu langsung jadi chef. Cukup satu masakan yang bisa kamu andalkan waktu pulang. Lama-lama, dapur kecilmu itu jadi tempat paling menenangkan setelah perjalanan panjang.